Kamis, 12 Desember 2013

Kutak-ketik pertama J

Jumat, 13 Desember 2013 (06:05) *Di teras depan rumah

Kemarin siang sekitar pukul 14.30 saya membaca blog seorang ibu muda yang mampu membuat saya tertarik untuk mencoba membuat blog juga *Walaupun belum tahu ini blog mau diisi apa karena saya cukup sadar diri tentang kemampuan saya dalam merangkai kata :-D.

Setelah selesai membaca blog tersebut saya putuskanlah untuk membuat blog jemihjepih.blogspot.com ini. Saking semangatnya karena punya blog baru, saat matahari masih malu-malu untuk menampakkan dirinya pun saya sudah nongkrong di depan Onyoy (*nama notebook kesayangan).
Saat ini saya putuskan untuk menulis tentang MIMPI (keinginan untuk mengisi blog baru muncul tapi tidak ada inspirasi dan akhirnya teringat kepada coretan-coretan harapan yang selalu saya buat).

Dari zaman saya SMA dulu begitu banyak yang membahas tentang impian. “Tuliskan impianmu karena satu persatu tulisan-tulisan tersebut hanya akan menjadi sebuah coretan di atas kertas karena tulisan itu telah tercapai dan telah tertulis di alam nyata”. “Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” (Kalimat sakti yang saya kutip dari sebuah Novel yang berjudul Sang Pemimpi karya Andrea Hirata). Dari kata-kata itulah saya terbiasa membuat catatan-catatan harapan, target, mimpi atau apalah istilahnya yang harus saya capai di masa depan. Tapi ada satu hal yang saya lupa (dari semenjak SMA lupa dan baru ngeuh sekarang, lupa macam apa itu ya? J) bahwa ketika kita menuliskan mimpi, tulislah secara spesifik. Mengapa demikian? Saya mempunyai 3 mimpi yang membuat saya sadar bahwa kita harus menuliskan mimpi dengan kesungguhan (walaupun semuanya tidak terlepas dari Sang Maha Pengatur dan Sang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita) tapi kita sebagai manusia tentunya harus melakukan sebaik-baiknya apa yang kita bisa lakukan.

Hal pertama yang belakangan ini membuat saya tersadar tentang mimpi itu adalah: dulu saya menuliskan “Saya ingin kuliah di PTN dan mengambil Jurusan Psikologi”. Saya lupa kalau PTN di Indonesia itu banyak, jurusan Psikologi di PTN juga banyak. Yang saya inginkan saat itu adalah Fakultas Psikologi UGM, tapi saya tuliskan secara umum, hanya PTN saja. Dan akhirnya mimpi yang saya tulis “Saya ingin kuliah di PTN dan mengambil Jurusan Psikologi” itu tercapai. Betul saya kuliah di PTN (UIN SGD Bandung) dan betul pula saya berada di Fakultas Psikologi, tapi tidak sesuai dengan harapan saya semenjak kelas XI dulu (walaupun pada akhirnya saya sangat bersyukur menjadi bagian dari Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung, menjadi bagian dari Psychobee 09 tercinta dan menjadi anak didik dari dosen-dosen yang kami banggakan. Mungkin kalau di PT lain saya tidak akan merasakan hal seperti ini, terima kasih untuk semua. Alloh Maha Tahu yang hamba-Nya butuhkan).

Kedua, hal yang saya tuliskan dan itu menjadi kenyataan yaitu ‘masa istirahat’ setelah kelulusan. Dulu saat awal perkuliahan, di Fakultas diadakan pertemuan untuk para orangtua. Disitu orangtua diberikan pengetahuan mengenai Fakultas Psikologi dan prspek ke depannya. Setelah pertemuan itu para orangtua dibagi kuesioner seputar harapan studi anaknya, disamping itu para mahasiswanya pun ikut dibagi. Waktu itu dalam kuesioner tersebut ada beberapa pertanyaan tetapi yang saya ingat ada tentang masa studi, IPK serta ‘masa istirahat’ pasca kelulusan. Masa studi saya mengisi kurang dari 4 tahun (Alhamdulillah tercapai, walaupun kurang 2 bulan menuju 4 tahun tapi yaa setidaknya kuranglah yaa). IPK saya mengisi 3,8 (ini yang tidak tercapai, mungkin usaha sama do’anya kurang kali yaa), dan hal yang ketiga yaitu tentang ‘masa istirahat’ pasca kelulusan yang membuat saya tersadar kembali. Waktu itu saya mengisi 6 bulan berhenti dahulu (maksimal tidak bekerja) pasca kelulusan. Dan WOOOOOww sekali, Subhanalloh (belajar berhati-hati dalam menuliskan sesuatu) hal itu terjadi saat ini. Pasca kelulusan bulan Juni lalu hingga saat ini saya belum menemukan tempat yang cocok untuk mengamalkan apa yang telah saya peroleh di perkuliahan (mungkin belum waktunya atau mungkin-mungkin yang lainnya kali yaa), tapi hal tersebut membuat saya semakin sadar.

Ketiga, semester 7 kemarin saya menuliskan “Ingin lulus bulan April 2013, masa studi 3,10 bulan”. Tahukah kawan, saya menuliskan lulus bulan April 2013 itu harusnya masa studi 3,8 bulan bukan 3,10 bulan. Tetapi saya menuliskan 3,10 bulan dan sayangnya yang terpatri adalah 3,10 bulannya itu, bukan bulan Aprilnya. Akhirnya luluslah saya di bulan Juni dengan masa studi 3,10 bulan, tepatnya 27 Juni 2013.

Dari ketiga hal inilah saya tersadar bahwa ketika menuliskan mimpi, harapan ataupun target yang akan kita capai, usahakan menuliskannya secara spesifik, karena dari hal tersebut membantu kita untuk melangkah meraih tulisan-tulisan tersebut menjadi kenyataan. Tentunya jangan lupa diiringi DUIT (Do’a, Usaha, Iman dan Tawakkal).


Sumber gambar: 
https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&docid=dXDJzJHtnQCxUM&tbnid=_em8Qu7cDGqiHM:&ved=0CAUQjRw&url=http%3A%2F%2Fwww.citraislam.com%2F%3Fattachment_id%3D195&ei=-ESqUorpFMv5lAXwq4HAAw&bvm=bv.57967247,d.dGI&psig=AFQjCNEHWUdKotRM402DV21yPwglw8ToDw&ust=1386976756248818