Kutak-ketik pertama J
Jumat, 13 Desember
2013 (06:05) *Di teras depan rumah
Kemarin siang sekitar
pukul 14.30 saya membaca blog seorang ibu muda yang mampu membuat saya tertarik
untuk mencoba membuat blog juga *Walaupun belum tahu ini blog mau diisi apa
karena saya cukup sadar diri tentang kemampuan saya dalam merangkai kata :-D.
Setelah selesai
membaca blog tersebut saya putuskanlah untuk membuat blog jemihjepih.blogspot.com ini. Saking semangatnya karena punya blog baru, saat matahari masih malu-malu untuk menampakkan dirinya pun saya sudah nongkrong di depan Onyoy (*nama notebook kesayangan).
Saat ini saya putuskan untuk menulis tentang MIMPI (keinginan untuk mengisi
blog baru muncul tapi tidak ada inspirasi dan akhirnya teringat kepada
coretan-coretan harapan yang selalu saya buat).
Dari zaman saya SMA dulu begitu banyak yang membahas tentang impian. “Tuliskan impianmu karena satu
persatu tulisan-tulisan tersebut hanya akan menjadi sebuah coretan di atas
kertas karena tulisan itu telah tercapai dan telah tertulis di alam nyata”. “Bermimpilah
maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” (Kalimat sakti yang saya kutip dari
sebuah Novel yang berjudul Sang Pemimpi karya Andrea Hirata). Dari kata-kata
itulah saya terbiasa membuat catatan-catatan harapan, target, mimpi atau apalah
istilahnya yang harus saya capai di masa depan. Tapi ada satu hal yang saya
lupa (dari semenjak SMA lupa dan baru ngeuh sekarang, lupa macam apa itu ya? J) bahwa ketika kita
menuliskan mimpi, tulislah secara spesifik. Mengapa demikian? Saya mempunyai 3
mimpi yang membuat saya sadar bahwa kita harus menuliskan mimpi dengan kesungguhan (walaupun semuanya tidak terlepas dari Sang Maha Pengatur dan Sang
Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita) tapi kita sebagai manusia tentunya
harus melakukan sebaik-baiknya apa yang kita bisa lakukan.
Hal pertama yang
belakangan ini membuat saya tersadar tentang mimpi itu adalah: dulu saya menuliskan
“Saya ingin kuliah di PTN dan mengambil Jurusan Psikologi”. Saya lupa kalau PTN
di Indonesia itu banyak, jurusan Psikologi di PTN juga banyak. Yang saya
inginkan saat itu adalah Fakultas Psikologi UGM, tapi saya tuliskan secara
umum, hanya PTN saja. Dan akhirnya mimpi yang saya tulis “Saya ingin kuliah
di PTN dan mengambil Jurusan Psikologi” itu tercapai. Betul saya kuliah di PTN
(UIN SGD Bandung) dan betul pula saya berada di Fakultas Psikologi, tapi tidak
sesuai dengan harapan saya semenjak kelas XI dulu (walaupun pada akhirnya saya
sangat bersyukur menjadi bagian dari Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung,
menjadi bagian dari Psychobee 09 tercinta dan menjadi anak didik dari
dosen-dosen yang kami banggakan. Mungkin kalau di PT lain saya tidak akan merasakan
hal seperti ini, terima kasih untuk semua. Alloh Maha Tahu yang hamba-Nya butuhkan).
Kedua, hal yang saya
tuliskan dan itu menjadi kenyataan yaitu ‘masa istirahat’ setelah kelulusan.
Dulu saat awal perkuliahan, di Fakultas diadakan pertemuan untuk para orangtua.
Disitu orangtua diberikan pengetahuan mengenai Fakultas Psikologi dan prspek ke
depannya. Setelah pertemuan itu para orangtua dibagi kuesioner seputar harapan
studi anaknya, disamping itu para mahasiswanya pun ikut dibagi. Waktu itu dalam
kuesioner tersebut ada beberapa pertanyaan tetapi yang saya ingat ada tentang
masa studi, IPK serta ‘masa istirahat’ pasca kelulusan. Masa studi saya mengisi
kurang dari 4 tahun (Alhamdulillah tercapai, walaupun kurang 2 bulan menuju 4
tahun tapi yaa setidaknya kuranglah yaa). IPK saya mengisi 3,8 (ini yang tidak
tercapai, mungkin usaha sama do’anya kurang kali yaa), dan hal yang ketiga
yaitu tentang ‘masa istirahat’ pasca kelulusan yang membuat saya tersadar
kembali. Waktu itu saya mengisi 6 bulan berhenti dahulu (maksimal tidak
bekerja) pasca kelulusan. Dan WOOOOOww sekali, Subhanalloh (belajar
berhati-hati dalam menuliskan sesuatu) hal itu terjadi saat ini. Pasca
kelulusan bulan Juni lalu hingga saat ini saya belum menemukan tempat yang
cocok untuk mengamalkan apa yang telah saya peroleh di perkuliahan (mungkin
belum waktunya atau mungkin-mungkin yang lainnya kali yaa), tapi hal tersebut membuat
saya semakin sadar.
Ketiga, semester 7
kemarin saya menuliskan “Ingin lulus bulan April 2013, masa studi 3,10 bulan”.
Tahukah kawan, saya menuliskan lulus bulan April 2013 itu harusnya masa studi
3,8 bulan bukan 3,10 bulan. Tetapi saya menuliskan 3,10 bulan dan sayangnya
yang terpatri adalah 3,10 bulannya itu, bukan bulan Aprilnya. Akhirnya luluslah saya di bulan Juni dengan masa studi 3,10 bulan, tepatnya 27 Juni 2013.
Dari ketiga hal
inilah saya tersadar bahwa ketika menuliskan mimpi, harapan ataupun target yang
akan kita capai, usahakan menuliskannya secara spesifik, karena dari hal
tersebut membantu kita untuk melangkah meraih tulisan-tulisan tersebut menjadi
kenyataan. Tentunya jangan lupa diiringi DUIT (Do’a, Usaha, Iman dan Tawakkal).
Sumber gambar:
https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&docid=dXDJzJHtnQCxUM&tbnid=_em8Qu7cDGqiHM:&ved=0CAUQjRw&url=http%3A%2F%2Fwww.citraislam.com%2F%3Fattachment_id%3D195&ei=-ESqUorpFMv5lAXwq4HAAw&bvm=bv.57967247,d.dGI&psig=AFQjCNEHWUdKotRM402DV21yPwglw8ToDw&ust=1386976756248818
Tidak ada komentar:
Posting Komentar